Diduga ada Jual Beli Tanah Sultan Ground di Area Wisata Watu Amben Senilai 80 Juta

Bagikan

BANTUL (Metro Indonesia) — Kembali muncul kabar terkait adanya jual beli Tanah Kas Desa (TKD) atau Tanah Sultan Ground (SG) di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kali ini informasi adanya jual beli Tanah SG tersebut diduga terjadi di wilayah Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, tepatnya di area Wisata Watu Amben yang terletak di Jalan Patuk-Dlingo.

Mendapat informasi adanya jual beli Tanah SG tersebut, tim media segera melakukan investigasi dengan bertanya ke warga sekitar lokasi Wisata Watu Amben. Tim mendapat informasi dari warga jika memang pada kisaran Tahun 2021 ada kabar jika salah satu pamong Kalurahan Srimulyo menjual Tanah SG yang terletak di area Wisata Watu Amben ke seseorang dengan nilai 80 juta, namun untuk persisnya warga menyebut jika yang tahu adalah pengurus paguyuban Wisata Watu Amben.

“Memang, pada Tahun 2021 lalu saya mendengar jika ada satu kavling di area Wisata Watu Amben yang dijual oleh salah satu pamong Kalurahan Srimulyo kepada seseorang untuk di buat Cafe, kalau gak salah nilai jualnya 80 juta, tapi lebih jelasnya silahkan tanya ke pengelola wisata Watu Amben saja, mungkin mereka lebih tahu,” jelas warga yang tidak mau disebut namanya pada Sabtu (12/08/2023).

Sementara itu salah satu pengurus wisata Watu Amben, Riyanto melalui pesan whatsApp dan saat ditanyakan perihal kabar adanya jual beli Tanah SG di area watu amben tersebut, Riyanto menjawab jika memang pernah mendengar adanya kabar jual beli salah satu kavling di area wisata Watu Amben yang dikelolanya. Untuk nilai Riyanto menyebut antara 60 juta sampai 80 juta, tapi untuk informasi akuratnya Riyanto juga tidak tahu, karena tidak ikut terlibat dalam proses jual beli tersebut.

“Waktu itu memang saya juga mendengar adanya praktek jual beli di salah satu kavling area wisata Watu Amben, menurut kabar nilainya antara 60 juta sampai 80 juta, tapi untuk pastinya saya juga tidak tahu, karena saya tidak ikut dalam proses tersebut,” terang Riyanto melalui pesan whatsApp pada Minggu 13 Agustus 2023.

Selanjutnya informasi dari sebuah cafe di wilayah wisata Watu Amben yang diduga adalah lokasi tanah SG yang diperjual belikan oleh oknum pamong Kalurahan Srimulyo tersebut, mendapat keterangan yang berbeda dari pemilik cafe, dirinya berkilah jika tidak ada jual beli Tanah Sultan Ground, yang ada hanya ganti sewa tanah SG tersebut.

“Tidak ada, saya tidak pernah membeli tanah SG, kalau sewa memang iya, itupun saya bayar beberapa kali, dan nilainya tidak sampai 10 juta,” tepis pemilik cafe.

Lebih lanjut pemilik cafe menyebut jika transaksi 80 juta itu untuk sewa tanah disisi timur cafe atau seberang jalan, itu untuk sewa tanah pribadi selama 15 tahun yang diperuntukan untuk area parkir.

“Kalau 80 juta itu saya sewa tanah pribadi yang depan itu, saya sewa 15 tahun untuk saya gunakan sebagai lahan parkir,” tandasnya.

Tim media akan terus menelusuri kabar adanya dugaan jual beli Tanah SG di area wisata Watu Amben tersebut dan berencana akan menemui oknum pamong Kalurahan Srimulyo yang diduga telah menjual tanah SG tersebut dan juga akan mendatangi Balai Kalurahan Srimulyo guna meminta keterangan dari Lurah Srimulyo Drs. Wajiran terkait adanya kabar tersebut.

Seperti yang sudah naik menjadi perkara pidana di Kalurahan Catur Tunggal Depok Sleman, jika benar ada praktik praktik penyalah gunaan tanah kas desa (TKD) atau tanah SG, dihimbau masyarakat tidak perlu takut untuk melapor kepada Aparat Penegak Hukum, karena itu sudah menyalahi aturan.

(Redaksi/MI)