Keren!!! Oknum Pejabat Kelurahan Sucen Juru Tengah Leluasa Malakukan Pungutan Biaya Pembuatan Surat Jual Beli Tanah

Bagikan

Purworejo (Metro Indonesia) — Diduga terjadi pungutan dalam proses pembuatan Surat Pernyataan Jual Beli Tanah oleh oknum Pemerintah Kelurahan Sucen Juruh Tengah Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.

Berawal Saat korban Ibu Nanik dan bapak Konaah akan mengurus Surat Pernyataan Jual Beli Tanah di Kantor Kelurahan Setempat. “Oknum S meminta biaya untuk penerbitan Surat Pernyataan Jual Beli Tanah sebesar Rp 1,5 juta, Rupiah Modusnya untuk keperluan Kas dan Merti Desa serta tambahan untuk biaya Wayangan, pada 18 April 2023, Saat itu,” tutur  Nanik ke awak media Senin (16/10/2023).

“Di minta Uang Rp 1,5 juta mana ada saya Uang segitu, akhirnya saya tawar dan saya membayar 1 juta, cuma kata Oknum SBA kalau bayar 1,5 juta kamu gak usah mikir RT, Rt biar jadi urusan kantor Kelurahan,” ujar  Nanik seraya meniru Ucapan oknum SBA.

Di tambahkan Nanik kalau dulu bapaknya ngurus Surat Pernyataan Jual Beli Tanah hanya bayar Kas sebesar Rp 10 ribu.
“Kalau sekarang bayar Rp 100 Ribu atau Rp 200 ribu masih wajarlah,” jelas Nanik.

Beberapa Wartawan dari berbagai Media menyambangi Kantor Kelurahan Sucen Juru Tengah (17/10/2023) untuk Konfirmasi ke Lurah terkait dugaan pungli. lurah sedang tidak ada di tempat, hanya bertemu dengan oknum S. Oknum S membenarkan kalau ada biaya untuk pembuatan Surat Pernyataan Jual Beli Tanah, “Cuma tidak memaksa seiklasnya saja,” jelasnya.

“Sebenarnya saya tidak tau saya hanya meneruskan kebiasaan pejabat sebelum nya,” Dalil Oknum S.

Mengenai biaya pembuatan Surat Pernyataan Jual Beli Tanah, Oknum S mengiyakan, dana tersebut untuk persiapan Merti Desa dan persiapan kalau ada kunjungan  Bupati.

Ditanya apakah Lurah mengetahui perihat tersebut, Oknum S menjawab, tentunya lurah mengetahui.

Korban lainya  Konaat, saat di temui di tempat usaha jual beli tananam hiasnya Rabu Sore (18/10/2023) mengatakan;
“Dulu waktu saya ngurus Akte jual beli tanah, saya di minta biaya Rp 1,5 juta tawar menawar jadi Rp 500 ribu. Alesan Pak S untuk bantu Wayang Merti Desa.

“Sebenarnya saya mau bayar Rp 1,5 juta asalkan ada bukti kwitansi dan rincianya, tapi Oknum S tidak memberi,” tandas dia.

Setelah beberapa bulan kemudian, baru kemarin pagi Tanggal (18/10/2023)
Pas saya baru pulang dari luar kota bahkan belum sampai Rumah, Oknum S sudah menunggu di Rumah, Untuk mengembalikan uang Rp 500 rb biaya yang diminta saat pembuatan Surat Pernyataan Jual Beli Tanah dengan ukuran tanah 10 ubin dengan harga Rp 10 juta.

“Saya tidak menerimanya, tapi sama Oknum S uang tersebut di taro di meja dibawah gelas teh kemudian Oknum S pamit Pergi, setelah itu Uang tersebut saya sedekahkan,” beber Konaah.

(Redaksi)