MEPANTIGAN salah satu destinasi wisata di Bali yang digemari wisatawan Dunia

Bagikan

Bali (Metro Indonesia) — Mepantigan adalah salah satu tradisi atau atraksi seni bela diri tradisional di Bali yang masih bertahan sampai sekarang, anda bisa menemukan tradisi Mepantigan ini di kawasan Batubulan dan Ubud. Desa batubulan terletak di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, dikenal dengan pengrajin patung batu padas dan pemnetasan tari Barong. Sedangkan Ubud memang kaya dengan alam persawahan dan menjadi salah satu pusat pariwisata Bali. Banyak dikunjungi wisatawan, di kawasan ini terkenal dengan keindahan alam sawah terasering dalam nuansa alam pedesaan, pementasan budaya dan hasil karya seni yang sudah mendunia.

Ngobrol dengan pemilik Tempat wisata MEPANTIGAN BATUBULAN Bang Putu Witsen memang sangat menyenangkan dan penuh keakraban. Sambil menikmati kopi lumpur (kopi khas Mepantigan)dan pisang goreng hangat kami ngobrol sambil menikmati udara yang sangat segar di areal persawahan yang luas sambil sesekali berjalan kaki melewati jembatan bambu traditional yang dibawahnya mengalir sungai yang deras. Benar benar terasa segar seakan kita menyatu dengan alam semesta yang begitu indah.

Jika diartikan dalam bahasa Bali, Mepantigan memiliki makna saling membanting, dan uniknya tradisi Mepantigan ini dilakukan dalam lumpur, peserta bertanding satu lawan satu dengan cara membanting lawan, kemudian bergulat dan mengunci lawan, tidak hanya sekedar keberanian, memang diperlukan teknik agar bisa membanting lawan di lumpur, sehingga terlihat layaknya gulat lumpur, mereka bergumul dan saling banting di lumpur. Mepantigan memiliki sedikit kemiripan dengan pencak silat, namun dalam tradisi Mepantigan tersebut lebih banyak menunjukan gerak kunci dan gerakan membanting untuk menaklukkan lawan. Tradisi ini juga dipadukan dengan budaya Bali tradisional sehingga Mepantigan ini dimasukkan ke dalam kategori salah satu tradisi yang dimiliki Bali.

Sudah tak terhitung artis dunia yang berkunjung ke tempat Wisata Mepantigan Batubulan Gianyar dan salah satu artis dunia yang beberapa kali mengunjungi tempat ini adalah Kim Kardashian. Artis dalam negri juga sangat memfavoritkan tempat ini karena selain berolah raga beladiri (pertarungan bebas yang menyenangkan) didalam lumpur) juga menikmati alam yang segar sekaligus menyehatkan tubuh. Acara bergulat/bertarung di lumpur dipandu oleh Putu Witsen yang juga seorang Taekwondoin handal. Putu Witsen mengajari tehnik tehnik yang benar agar pertarungan berjalan seru dan aman.

Untuk yang suka berkuda bisa menyusuri dan menikmati areal persawahan yang luas bersama keluarga.dan mengenai baju untuk bertarung di lumpur jangan khawatir karena semua sudah disediakan baju khusus dan setelah selesai dan bersimbah lumpur bisa membasuh dan membersihkan tubuh dipancuran air yang jernih dari mata air.

Sebagai salah satu Tradisi yang sekarang masih bertahan, Mepatigan juga dimasukan kedalam ajang kompetisi kelas dunia pada tahun 2010, Tradisi Mepantigan ini diikuti oleh lima Negara luar yang ikut berpartisipasi, yaitu : Denmark, Korea Selatan, Jepang, Belanda dan Swedia. Dijadikan sebagai pertandingan kompetisi kelas dunia membuat masyarakat Bali bangga memiliki Tradisi Mepantigan ini dan berharap agar para penerus bangsa dapat mempertahankan tradisi ini dan diharapakan Tradisi mepantigan dapat membantu penduduk Bali untuk menarik wisatawan. Diharapkan tradisi ini terus dilestarikan dan bisa bertahan, dan menjadi atraksi wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan.

Silahkan berlibur ke Bali dan nikmati keindahan alam persawahan yang luas dan segar di MEPANTIGAN BATUBULAN Jl. Pasekan Pondok Batu Alam No.30 Banjar Tubuh, Batubulan, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali 80582
Peta mepantigan bali 0818-352-471.
Anda bisa hanya duduk menikmati sawah dan pohon yang rimbun sambil menikmati kopi , teh lumpur dan snack traditional dan semua makanan di tempat ini adalah daging Ayam dan halal. (Tidak menyediakan selain ayam)

(Ukie Noverdiyanto/MI)