Potensi yang belum tersentuh Pemerintah, Rintisan Wisata Edukasi Atsiri Kebosungu Dlingo Bantul

Bagikan

BANTUL, (Metro Indonesia) — Rintisan wisata edukasi penyulingan minyak atsiri yang berada di Dusun Kebosungu 1 RT 01 Kalurahan Dlingo Kapanewon Dlingo Bantul yang sampai saat ini dikelola olah warga setempat belum sedikitpun mendapat perhatian dari Pemerintah, baik itu Pemerintah Kalurahan Dlingo maupun Pemerintah Kabupaten Bantul. Padahal rintisan wisata edukasi penyulingan minyak atsiri tersebut bisa dikategorikan UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro), yang notabene saat ini sangat digembor gemborkan pemerintah dalam rangka mengangkat pertumbuhan ekonomi di tingkat Kalurahan.

Riswanto (35) selaku ketua pengelola rintisan wisata edukasi atsiri tersebut menjelaskan saat ditemui dilokasi rintisan wisata tersebut pada Sabtu (14/05/2022). Jika sampai detik ini belum ada bantuan serupiahpun dari pihak pemerintah, semua murni swadaya dari warga. “Ini semua swadaya dari warga pengelola, dari pemerintah sampai detik ini belum ada suport serupiahpun,” jelas Riswanto.

Dalam kesempatan yang sama, Yatiman (65) seorang pensiunan dari Dinas Kehutanan yang juga sebagai salah satu pengelola menuturkan jika lahan yang digunakan untuk rintisan wisata edukasi atsiri tersebut merupakan lahan kas kalurahan, namun sudah disewa oleh kelompok tani dengan luasan 3,5 hektar, dan sejak Tahun 2019 pengelola mulai menanam bibit sereh merah yang merupakan bahan dasar pembuatan minyak atsiri. Yatiman juga menyampaikan jika sejak ditanam 2019 lalu sampai sekarang, tanaman sereh merah sudah dipanen sebanyak 8 kali.

“Kami menyewa lahan kas kalurahan seluas 3,5 hektar, dan sudah kami tanami sereh merah yang merupakan bahan dasar minyak atsiri, kami menanam sejak Tahun 2019, Alhamdulilah sudah panen 8 kali,” tutur Yatiman.

Lebih lanjut Yatiman juga berharap segera ada sentuhan tangan atau suport dari pemerintah dalam bentuk apapun supaya rintisan wisata edukasi penyulingan minyak atsiri segera terwujud dan dapat menambah satu lagi tujuan wisata di wilayah Bantul khususnya Dlingo, sehingga mampu mengangkat perekonomian warga sekitar yang nyata terpuruk akibat pandemi kemarin.

“Kami sangat berharap ada bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah untuk terwujudnya tempat wisata edukasi penyulingan minyak atsiri ini. Kedepan jika terwujudkan bisa menambah satu tujuan wisata di Dlingo, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” harap Yatiman.

Seperti diketahui jika rintisan wisata edukasi adalah pengembangan dari UKM Syafaluna yang sudah memproduksi minyak atsiri dan minyak kayu putih. Dari hasil produksi minyak atsiri tersebut sudah bisa dirasakan hasilnya oleh warga yang menanam bahan yaitu tanaman sereh merah. Maka dari itu sudah semestinya pemerintah ikut membina dan membantu warga masyarakat yang mempunyai pemikiran maju serta langkah nyata guna meningkatkan perekonomian di wilayah pedesaan.

( SMD/MI)